hari ini saya punya kejadian yang saya anggap lucu (mungkin bagi orang lain tidak), saat melaksankan tugas negosiasi, tiba tiba saya ditagih sebuah pertanyaan, "pa arif, berapa harga hd external yang kemaren, saya butuh kuitansinya". begitulah kira kira pertanyaan tadi, mungkin kalo saya tidak tau pangkal urusannya, saya bilang saja tidak tau dan djamin langsung beres. nah masalahnya adalah saya mendapatkan pesan pesan sponsor, bahwa barang tersebut adalah pemberian, dan tidak akan ditagihkan, so........blaaaarrrrrrr....., urusan makin panjang hehehe.
jadilah saya berlagak dan mengeluarkan jurus jurus untuk menghindar hehehehe......, tapi memang dasar si yang nagih ini keras kepala, jadi hasil negosiasi sponsor (bukan nego aslinya yah) gatot alias gagal total.
tapi dari pembicaraan tersebut saya ambil pelajaran dari hasil akhir pembicaraan tadi sore dan ditegaskan lagi via sms barusan ini (sebelum nulis), "inget saya membeli barang ini bukan meminta atau "titip", saya tidak mau ada hutang).
jadi kesimpulan yang saya ambil hingga menit ini adalah, tidak semua yang kita inginkan itu sejalan dengan yang kita harapkan. secara gamblangnya gak semua orang bisa di"sogok", jadi berpikirlah posif untuk tidak menyama ratakan semua sifat orang.
oh..ya satu lagi yang paling menggelitik dari ucapan "beliau", walaupun kami sama dari satu payung, tapi saya bukan dia, yang mungkin saja "hal" itu sudah biasa bagi dia.
satu kata buat beliau "maap kalo ada yang menyinggung dari saya secara pribadi". dan saya semakin
hormat kepada anda.....bu.
akhir tulisan "janganlah menyama ratakan semua sifat dan prilaku seseorang"
sekali lagi, ini hanya opiniku dan datang dari diri sendiri